Minggu, 28 Agustus 2011

KATA-KATA HIKMAH RAMADHAN

Berikut ini beberapa kata-kata hikmah Ramadhan yang kami Rampung :

Aku mnrt prasangka hambaKu
Aku menyertainya,dmn sj ia berdzikir pd-Ku
Jk ia mengingat-Ku dlm hatinya
mk Aku akn ingat pula pdnya dlm hati-Ku
Jk ia mengingat-Ku didpn umum
mk Aku akn mengingatnya pula didpn khalayak yg lbh baik
Seandainya ia mendktkan dirinya kpd-Ku sejengkal
Aku akn mendekatkan diri-Ku pdnya sehasta
Jk ia dtg kpd-Ku berjalan
Aku akn dtg kpdnya dgn berlari
(HR. Bukhori-Muslim).
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Di bulan Ramadhan…
Syaithan-syaithan dibelenggu…
Tetapi sedang puasa…
Habis subuh kok ramai pacaran?
Habis subuh kok ramai tawuran?
Dan maksiyat tetap berjalan?
Itu karena yang dibelenggu
adalah SYAITHAN golongan JIN
Dan HAWA NAFSUnya tidak dibelenggu..
Akhirnya ketahuan deh…
Siapa2 SYAITHAN dari golongan MANUSIA
Manusia2 yang menjadi HAMBA NAFSU
Astaghfirullahal’azhiim
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Agar hidup BAHAGIA…
kita bisa mencontoh Rasulullah SAW :
“Tuhanku telah menawarkan kepadaku
untuk menjadikan lapangan di kota mekah menjadi emas”.
Aku berkata :
“Jangan Engkau jadikan emas wahai Tuhan,
tetapi cukuplah bagiku merasa kenyang sehari dan lapar sehari.
Apabila aku lapar maka aku dapat menghadap dan mengingat-Mu.
Dan ketika aku kenyang aku dapat berSyukur memuji-Mu.”
(HR Ahmad dan Tirmizi)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Orang yang berBURUK SANGKA
terhadap HAWA NAFSUnya sendiri
dia akan WASPADA..
terhadap setiap bisikan HAWA NAFSUnya
Bila sesuai SYAR’I akan DIIIKUTI
Bila berMAKSIYAT akan dilawannya..
Orang yang berBAIK SANGKA
terhadap HAWA NAFSUnya sendiri
dia akan SELALU MENGIKUTI
setiap bisikan HAWA NAFSUnya…
Maka dialah orang yang JAHIL (BODOH)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tidaklah berBURUK SANGKA
terhadap HAWA NAFSUnya sendiri
kecuali orang yang MENGENALInya
Barang siapa berBAIK SANGKA
terhadap HAWA NAFSUnya sendiri
maka dia adalah orang yang paling JAHIL (BODOH)
terhadapa dirinya sendiri.
(Ibnul Qoyyim Al Jauziyah)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Orang yang SELAMAT dan mendapat PETUNJUK Allah:
1. Bila diuji lalu bersabar,
2. Bila diberi nikmat lalu bersyukur,
3. Bila dizhalimi (orang lain) lalu memaafkan
4. Bila menzhalimi (diri/orang lain) lalu beristighfar
(HR. Al-Baihaqi)
BERSYUKURLAH kita bila sudah bisa melaksanakan…
Apabila belum bisa melaksanakannya…
Mohonlah KESELAMATAN dan PETUNJUK kepada Allah Swt…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar